Sumber : Pidato Obama Momen Paling Dinantikan ( Jawa Pos-20 Januari 2008 )

Washington – Barack Hussein Obama akan dilantik sebagai Presiden ke-44 Amerika Serikat (AS) dini hari nanti WIB. Disaksikan jutaan warganya dan puluhan juta pasang mata penduduk dunia, mantan Senator Illinois itu bakal resmi menjadi penguasa Gedung Putih pertama dari golongan Afro-Amerika.

Selain pengikraran sumpah, pidato pelantikan bakal menjadi momen penting yang paling dinanti-nantikan. Hingga hari ini, tulis The Christian Science Monitor, sudah 55 pidato pelantikan yang disampaikan presiden-presiden AS di Washington. Dan, selama ini, kata-kata pertama sang presiden terlantik itulah yang diabadikan dalam ungkapan-ungkapan politik. Karena itu, ada baiknya, Obama menyiapkan pidatonya dengan seksama.

Apa yang keluar dari mulut Obama hari ini, akan menjadi patokan masyarakat AS dalam memproyeksikan pemerintahan empat tahun ke depan. Beberapa ungkapan yang masih abadi sampai sekarang, misalnya frase milik Franklin D. Roosevelt, “Satu hal yang kita takuti adalah ketakutan itu sendiri.” Atau kata-kata bijak John F. Kennedy tentang pengabdian yang berbunyi, “Jangan pernah tanyakan apa yang bisa negara lakukan untuk Anda.”

Ungkapan-ungkapan yang diciptakan presiden terlantik biasanya lebih lekat di ingatan. Tidak seperti peribahasa atau ungkapan yang diajarkan di sekolah. Mudah menguap, walau baru beberapa detik didengar. “Sejarawan selalu menyebutkan empat hal yang sangat penting dalam pelantikan presiden. Saya rasa, (pidato Obama) bakal menjadi yang kelima,” papar Gerald Shuster, pakar ilmu politik di University of Pittsburgh, kemarin (19/1).

Bagi Obama, merangkai kata-kata, barangkali, bukanlah hal yang sulit. Kemampuan komunikasi pemimpin 47 tahun itu, bisa dibilang, jauh mengungguli presiden-presiden sebelumnya. Kelebihan itulah yang menjadi salah satu kekuatan politiknya. Karena itu, momen wajib yang menjadi tradisi sejak era George Washington tersebut, akan menjadi tontonan paling menarik di hari pelantikan Obama. Apalagi, atmosfer sekeliling sangat mendukungnya menjadi tenar.

“Ini (ungkapan retoris sang presiden) sangat monumental,” tulis pakar sejarah dari University of Illinois, Robert Remini.

Hal yang sama dipaparkan sejarawan Kean University, Terry Golway. Keduanya mengimbau hadirin yang menyaksikan pelantikan agar benar-benar mencermati pidato pertama Obama nanti. Bila perlu, hitung jumlah ungkapan yang dia ciptakan selama pidato. Sejarawan Leo Ribuffo meramalkan, Obama akan melahirkan sekitar 30-35 ungkapan.

Harus diakui, presiden masa kini punya lebih sedikit kesempatan untuk menjadikan saat-saat bersejarah mereka dikenang lebih lama. Dulu, para presiden terlantik membacakan pidato yang sudah mereka tulis lebih dulu. Selanjutnya, teks itu juga dipublikasikan. Jadi, hadirin bisa benar-benar mencermati kata demi kata yang terucap dalam pidato tersebut.

Teks-teks tertulis itu pun lantas menciptakan sejarahnya sendiri. Sebab, panjang-pendeknya teks dari periode ke periode bisa langsung dibandingkan. Sejauh ini, teks pidato William Henry Harrison saat dia dilantik tercatat sebagai yang paling panjang. Tapi, karena terlalu banyak menyisipkan opini dan argumen, teks terpanjang itu juga menjadi yang paling buruk.

Diawali dengan konser We Are One yang dihadiri satu juta warga di Lincoln Memorial and National Mall, pelantikan Obama menjadi momen istimewa yang sayang dilewatkan. Merintis jalan mulus pidato pelantikan Obama, sejumlah selebriti lebih dulu menyampaikan pidato mereka dalam perayaan itu. Diantaranya Tom Hanks, Samuel Jackson, Jack Black, Denzel Washington dan Usher. Konser itu juga diramaikan Shakira, Mary J. Blige, Jon Bon Jovi, dan Stevie Wonder. (hep/ttg)