Bob Willard, adalah seseorang yang tidak pernah menyerah dan fokus pada impiannya. Bob yang merupakan pelari marathon mengatakan: ”tidak ada impian yang tidak realistis, tetapi yang ada hanya imajinasi yang dibatasi”. Menurut dia, kita semua bisa mendapatkan apa saja yang kita inginkan, tetapi kadang-kadang imajinasi kita yang mengatakan sebaliknya. Pada suatu kesempatan Bob mengikuti lomba marathon di Los Angeles. Dengan wajah yang bersemangat, dia mengikuti lomba bersama pelari lainnya sejauh 42 Km. Yang sangat luar biasa, Bob tidak mempunyai kaki! Dia berlari menggunakan tangannya. Dengan tangannya dia melempar badannya ke depan dan melangkah selangkah demi selangkah sejauh 42 Km. Tidak jauh dari garis finish, ayahnya beserta fotografer dan reporter televisi dengan sabar menunggunya. Karena berlari menggunakan tangannya, Bob tidak bisa secepat pelari lainnya. Waktu demi waktu akhirnya Bob sudah mulai terlihat dari garis finish, di saat semua pelari sudah lama pulang, stadion sudah sepi, umbul-umbul sudah diturunkan, Bob tetap konsisten berlari, tentu saja masih dengan tangannya. Ayahnya menunggu dengan linangan air mata. Dia sangat bangga telah mengajarkan anaknya tentang cita-cita, kegigihan dan tekad pantang menyerah. Dia terus berteriak memberikan semangat kepada anaknya, ”Ayo Bob! Ayo Bob! Terus! Selangkah lagi, jangan takut!”
Akhirnya Bob memasuki garis finish diiringi tepuk tangan bukan hanya dari ayahnya dan para wartawan yang ada di stadion itu, tetapi juga jutaan penonton di Amerika Serikat bahkan dari luar negeri melalui tayangan siaran langsung TV kabel. Lalu para wartawan mendatangi untuk mewawancarainya, ”Bob, anda atlet yang sangat luar biasa, apa sih rahasianya?”, ”Anda harus mempunyai impian, anda harus mempunyai sikap yang baik, dan anda harus mempunyai tim yang saling mendukung”, jawab Bob sambil melepaskan sarung tangannya. Terlihat tangannya lecet dan berdarah, karena dia telah menggunakan tangannya untuk berlari sejauh 42 Km. Kemudian wartawan bertanya bagaimana Bob dapat menahan rasa sakit sepanjang 42 Km. ”Saya hanya akan merasa sakit apabila saya memalingkan mata saya dari garis finish!”
Apapun impian anda, untuk mencapai impian, anda harus terus berjuang dan bertahan. Walau harus berkeringat darah, mendapatkan hinaan dan cibiran. Teruskan langkah anda, jangan menyerah sampai anda rasakan manisnya buah kesuksesan.

BERTAHANLAH,
BERJUANG TERUS,
JANGAN MEMALINGKAN PANDANGAN DARI GARIS FINISH,
JANGAN PERNAH BERHENTI SEBELUM ANDA BERHASIL…

Sumber : milis