Miliser GPdIWorld

Sekitar tahun 2000 State California melahirkan perhitungan suara lebih dari 61% yang disebut Proposition 22 yang menetapkan married in California is between a Man and a Woman only.

Tetapi pada awal tahun 2008 yang baru lalu ada 4 Judge dari Supreme Court California di San Francisco yang mengeluarkan peraturan atau me-legalize same-sex marriage dapat berlaku di California.
Sekarang melalui Proposition 8 kembali akan diadakan perhitungan suara untuk menggagalkan rancangan undang-undang ini. Seandainya Propositon 8 menang maka tidak akan ada Mr.George dan Mr.Adam yang dinikahkan atau Mrs.Karen dan Mrs.Eve yang dapat berkata “I do!”
Tetapi seandainya kalah, tidak saja George dan Adam atau Karen dan Eve akan menikah, tetapi apa yang akan terjadi di sekolah-sekolah anak-anak kita?
Maka seorang Guru tidak hanya sudah memiliki Text Book yang dicetak untuk menjadi salah satu buku pegangan dalam kurikulum sekolah, tetapi juga akan menerangkan bahwa sebuah keluarga tidak saja terdiri dari seorang Pria yang disebut Dad or Husband dan seorang wanita yang disebut Mom or Wife. Tetapi sebuah Keluarga juga adalah George yang disebut Dad or Husband dan Adam adalah Mom or Wife.

Seorang anak Kinder Garten atau Elementary mungkin mulai berpikir bagaimana dengan seorang Ibu yang disebut Adam dapat mengandung? Atau mempunyai anak? Maka guru akan menerangkan bahwa anak-anak bayi tidak saja dapat dikandung oleh seorang wanita dan melahirkannya, tetapi sebuah keluarga seperti George dan Adam istrinya, mereka dapat mengadopsi anak-anak menjadi keluarga dalam rumah tangganya.

Dalam tingkat Middle dan High School, guru tidak saja menerangkan tentang keluarga ini tapi akan menjelaskan hal yang lebih dalam ketika datang pertanyaan seorang murid bagaimana keluarga ini dapat berhubungan sex antara pria dengan pria atau wanita dengan wanita.
Bahkan Guru yang hidupnya mungkin juga seperti Adam atau George, mereka dapat berciuman bebas didepan muridnya ketika George mengantarkan Adam turun dari mobilnya.

Anak-anak akan mengalami satu tantangan yang berat dalam psikologis mereka, mengenai apa arti Married atau Keluarga yang sesungguhnya.

Saudara, dunia kita tidak semakin baik. Saya hanya dapat berdoa dan menangis melihat apa yang akan terjadi dengan generasi kita yang akan datang. Anak-anak kita tidak hanya akan dapat terganggu jiwanya secara emosional, pikiran dalam hidupnya. Tetapi anak-anak akan mulai terbiasa menyaksikan George dan Adam atau Karen dan Eve bermesraan baik melihat langsung dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Adakah kita dihari-hari ini merasa aneh dengan seorang pria dengan wanita saling bermesraan? Maka dikemudian hari hal yang sama tidaklah menjadi sesuatu yang aneh bila kita maupun anak-anak kita akan menyaksikan pria dengan pria atau wanita dengan wanita mereka melakukan hal yang sama.

Massachusetts adalah State pertama yang sudah melegalize same sex married ini, lalu California dan terakhir bulan ini State Connecticut juga sudah ikut me-legalize- nya.

Saya mulai merenungkan, lalu bagaimana dengan posisi Gereja Tuhan bila Propositon 8 gagal? Bagaimana dengan eksistensi atau by law gereja menghadapi hal ini. Bagaimana buat kita gereja Indonesia yang ada di Amerika, khususnya untuk gereja-gereja Indonesia yang ada pada ke 3 (tiga) State tadi? Apa yang menjadi konsekuensi kita bila kita tidak mau memberkati kedua mempelai yang minta di berkati di gereja kita? Dimana mempelai tadi adalah Mr.George dan Mr.Adam? Apakah kita melawan by-Law State of Massachusetts, California atau Connecticut? Apakah status gereja atau kependetaan kita akan dicabut or maybe kita akan menyerah kepada By-Law yang ada dan memberkati Gorge dan Adam?

Saya mulai melihat kita tidak saja sedang berada pada hari-hari yang terakhir, tetapi kita sedang masuk kepada masa penampian. Yaitu masa yang akan menentukan konsekuensi kita sebagai Hamba Tuhan dan GerejaNya.

Akan terlihat setiap motivasi kita pada masa – masa ini, dimana dalam penampian ini tidak saja kita berkata aku seorang Hamba Tuhan tetapi benarkah perkataan dan konsekuensi kita tetap sama.

Saya yakin, keberadaan dunia ini diperhitungkan Tuhan oleh karena GerejaNya yang masih berdiri tegak diatas Dasar Kebenaran firmanNya. Dan saya sadar, baik saya maupun saudara kita sedang masuk kedalam PenampianNya.

Election Day pada November 4 ini akan menentukan apakah Propositon 8 akan berhasil atau tidak. Berdoalah untuk anak-anak kita, berdoalah untuk generasi kita dan berdoalah agar propositon 8 ini dapat berhasil dan jadilah KehendakMu Bapa di Bumi seperti di Sorga.

Akhirnya bila tanggal 4 Nop. ini Prop 8 ( yaitu rancangan undang-undang dari kelompok konservatif untuk mencegah diakuinya pernikahan sesama jenis secara hukum) gagal mempertahankan Married by Man and Women only:

1. Kita akan mulai memasuki dunia era baru khususnya gereja akan menghadapi 2 pilihan. Mempertahankan Pernikahan hanya dapat dilangsungkan antara Pria dan Wanita, atau mengikuti peraturan pemerintah bahwa Pernikahan dapat dilangsungkan antara Pria dengan Pria atau Wanita dengan Wanita.

2. Kita akan memasuki penyaringan antara mempertahankan kebenaran firman Tuhan dengan segala toleransinya, atau berkompromi dengan peraturan yang ada.

3. Gereja harus meningkatkan bahkan menggandakan sumber-sumber pola pelayanan buat anak-anak, khususnya didalam Sunday School, Children Ministry, Youth Ministry, apa arti Keluarga melalui fokus Pernikahan yang sesuai Firman Tuhan.

Bila Prop. 8 gagal maka Public School mempunyai wewenang/diharuskan mengajarkan same sex married. Salah satu by law akan diturunkan adalah seperti:

Public Schools will be required to teach that same-sex marriage as traditional marriage. We’re talking about our children in kindergarten.
a. The California Education Code (51890) requires that health education classes instruct children about state defined marriage and family.

4. Bila Barack Obama menang dalam pemilihan Presiden pada Nop. 4 yang tinggal 6 Hari lagi, maka gereja akan dapat dikontrol oleh pemerintah, kenapa? Inilah sistim yang akan dijalankannya yaitu Sistim Liberal dengan kata lain, liberal mau agar tangan pemerintah ada di semua sektor.

Sistim pemerintahan yang akan dijalankannya adalah membuat wewenang pemerintah semakin meluas/ merambah hampir di semua sektor, termasuk: pendidikan, judikatif, asuransi kesehatan, pajak pendapatan, perdagangan, dan undang-undang tentang pernikahan. Politik Obama bersifat marxist-sosialis dan progressive.

Apa artinya ini buat future gereja? Futurenya adalah gereja akan berhadapan dengan pemerintah ketika menolak hukum-hukum seperti Same Sex Married, Abortion dsb.
Gereja harus menyadari sebagai garam ditengah-tengah dunia ini tidak hanya tahu untuk menggarami, tetapi harus tetap tegar dan menjaga agar jangan sampai tawar dalam menghadapi tantangan yg semakin besar. Yesus katakan ketika kita “tertidur” musuh datang menaburkan benih-benih lalang diantara gandum. Dalam bahasa aslinya bukan tertidur dalam arti “fall-asleep” tetapi “Down”. Banyak kita dihari-hari ini down (tawar) menghadapi tantangan-tantangan dalam hidup, pelayanan, keluarga, finansial dsb.

Mari bangkit gerejaNya, kita tetap tegar, kita tidak down/tawar, Tuhan sudah tetapkan kita menjadi garam ditengah-tengah dunia yang semakin membusuk dengan segala tipu muslihatnya. Seperti sebuah daging yang cepat membusuk tanpa digarami, demikianlah dunia yang menolak kebenaran firmanNya.
Tuhan memberkati gerejaNya,
In His Name,
O.H
IPRF San Francisco

sumber – http://www.gpdi.us/article.cfm?articleID=31321