Pdt AH Mandey: Wahyu 1:19-20
Edward De Walick , GPdI Kramat, Jakarta
Published 10/19/2008 – 7:57 p.m. GMT

Wahyu 1:19

“Karena itu tuliskanlah apa yang telah kaulihat, baik yang terjadi sekarang maupun yang akan terjadi sesudah ini.”

Yohanes diminta menuliskan keadaan yang terjadi di zamannya dan keadaan di masa yang akan datang. Kitab ini menggambarkan keadaan yang dilihat Yohanes pada waktu itu maupun masa yang akan datang. Yang ditulis ialah tujuh pucuk surat kepada ketujuh jemaat Allah.

Ketujuh surat itu menggambarkan:

1. Keadaan kerohanian kita secara pribadi.
2. Keadaan gereja lokal.
3. Keadaan gereja Tuhan yang universal.

Wahyu 1:20

“Dan rahasia ketujuh bintang yang telah kau lihat pada tangan kananKu dan ketujuh kaki dian emas itu: ketujuh bintang itu ialah malaikat ketujuh jemaat dan ketujuh kaki dian itu ialah ketjuh jemaat.”

Tujuh bintang adalah tujuh malaikat jemaat, yaitu para gembala jemaat. Setiap jemaat/gereja memiliki seorang gembala. Dan semua gembala jemaat ini ada dalam tangan kanan Yesus. Dalam pasal 2 dan 3 nanti, kita akan melihat bahwa Yohanes disuruh menulis kepada masing-masing malaikat jemaat yang ada di tujuh kota.

Gembala adalah seorang yang dapat mengajar, memberi makan makanan rohani kepada domba-domba yang dipercayakan kepadanya. Daniel 12:3 mencatat bahwa gembala adalah bintang-bintang yang tetap, “Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.” Gembala adalah orang bijaksana yang menuntun banyak orang kepada kebenaran, yaitu Firman Allah: “Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firmanMu adalah kebenaran.” (Yohanes 17:17)

Jadi seorang malaikat/gembala jemaat adalah seorang yang memberi makan Firman Allah, yang memelihara kerohanian jemaatnya. Mereka disebut sebagai bintang yang tetap, berbeda dengan bintang yang ditulis dalam surat Yudas 1:13: “Mereka bagaikan ombak laut yang ganas, yang membuihkan keaiban mereka sendiri; mereka bagaikan bintang-bintang yang baginya telah tersedia tempat di dunia kekelaman untuk selama-lamanya.” Terjemahan bahasa Inggris memakai kata wandering stars atau bintang yang jalan-jalan/mondar-mandir. Yudas 1:11 menjelaskan, bahwa mereka adalah orang yang mengikuti jalan yang ditempuh Kain.

Sedangkan kaki dian adalah jemaat, yaitu kumpulan orang-orang percaya. Tujuh kaki dian adalah gambaran dari gereja yang universal, sabab angka tujuh adalah angka sempurna. Jemaat Tuhan digambarkan sebagai kaki dian, yaitu tempat minyak untuk memancarkan terang. Gereja Tuhan/jemaat harus memancarkan terang dimana-pun ia ada. Yesus berkata dalam Matius 5:14, “Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.” Gereja adalah terang, tetapi terangnya digambarkan seperti kaki dian, yang lampunya bisa menyala atau mati, tergantung pada ada tidaknya minyak. Jika kaki dian dipelihara dengan baik: selalu diisi minyak, sumbunya dibersihkan, maka ia akan selalu menyala. Jika tidak dipelihara, ia tidak akan menyala, dan kaki dian-pun tidak berfungsi lagi.

Gereja Tuhan, yaitu kita masing-masing tergantung pada pemeliharaan kerohanian kita melalui pembacaan Firman Allah, doa, dan lain-lain. Jika tidak dipelihara, kita tidak akan memiliki minyak dan karenanya tidak bisa menjadi terang dunia.

Bintang dan kaki dian sama-sama memancarkan terang, tetapi terangnya berbeda. Bahkan bintang-bintang di langit mempunyai terang yang berbeda, demikian pula halnya dengan hamba Tuhan. Tuhan memberikan karunia dan kemuliaan yang berbeda-beda kepada masing-masing hamba Tuhan/gembala. Bintang berfungsi sebagai penuntun kepada kebenaran, sementara kaki dian berfungsi untuk memancarkan terang.

sumber : http://www.gpdi.us/article.cfm?articleID=313