“Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” Jawab mereka: “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.” Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.” (Mat. 16:13-18).

Dalam perjalanan di daerah Kaisarea Filipi, Tuhan Yesus bertanya jawab dengan murid-muriNya. Ada 2 pertanyaan Yesus:

– Menurut orang banyak, siapa Aku?

– Menurut kamu, siapa Aku?

Hasil akhir dari tanya jawab itu adalah pernyataan akan dibangunnya gereja Tuhan di atas dasar kebenaran “Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup”.

Sampai hari ini gereja tetap eksist. Tetapi tidak cukup hanya sekedar eksist saja, gereja harus mengalami dinamika pertumbuhan yang progresif hingga menjadi sempurna. Ada banyak metode dibicarakan orang untuk membuat gereja bertumbuh, tetapi Alkitab memberitahukan bahwa hal terpenting yang harus ada dalam gereja yang mau bertumbuh adalah “One Another” (‘Saling’ – Ind.).

Ada 14 poin “one another”:

14. Devouted one another.

Harus ada saling memberikan, saling mempedulikan. Kepedulian yang Tuhan minta bukan hanya sebatas kepedulian akan kebutuhan jasmaniah saja, tetapi juga peduli dengan kerohanian sesama orang percaya.

13. Do not judgement one another (Rm. 14:13)

Urusan menghakimi adalah urusan Tuhan, bukan sesama manusia. Menghakimi bisa berbentuk kritik tajam yang menjatuhkan, atau juga berupa gossip.

12. Accept one another (Rm. 15:7)

Pada umumnya kita menerima keberadaan orang yang ‘seperti kita’ dan menolak orang-orang yang ‘tidak seperti kita’. Tuhan meminta penerimaan terhadap seseorang tanpa memandang latar belakangnya. Hasilnya adalah mendatangkan pujian bagi Allah.

11. Instruct one another (Rm. 15:14)

Perlu adanya saling mengajarkan kebenaran antar sesama anak Tuhan. Pengajaran harus diterima, sekalipun itu datang dari orang yang lebih muda dari kita.

10. Serve one another (Gal. 5:13)

Tuhan Yesus memberikan contoh dengan mencuci kaki murid-muridNya. Sifat dasar manusia selalu ingin dilayani, tetapi Yesus mengajarkan supaya memilih untuk melayani (Mrk. 10:45). Sebab itu berikanlah juga kesempatan bagi orang lain untuk dapat melayani.

9. Caring one another burdens ((Gal. 6:2).

Mungkin kepedulian kita terhadap seseorang tidak secara otomatis membuat bebannya langsung hilang, tetapi setidaknya beban itu dapat dirasakan lebih ringan.

8. Forgive one another (Kol. 3:13)

Untuk soal saling memaafkan, ini adalah masalah pilihan, apakah kita mau atau tidak. Tentunya untuk masing-masing pilhan kita ada konsekwensi yang harus ditanggung.

7. Admonish one another (Kol. 3:16).

Jangan sampai kita tidak memiliki kepedulian terhadap sesama orang percaya yang melakukan kesalahan atau bahkan menjauhinya. Tuhan meminta kita untuk saling menasihati. Tetapi perhatikanlah bahwa nasihat yang kita berikan harus disampaikan dengan cara yang bijak.

6. Exhort (encourage) one another (Ibr. 3:13)
5. Do not speak evil one another (Yak. 4:11)

Perkataan yang jahat tentang seseorang dapat menyebabkan dilukainya perasaan orang tersebut, jatuh/rusaknya reputasi dan menghancurkan orang lain. Akibat yang lebih parah yang ditimbulkan adalah robeknya persekutuan sebagai sesama orang percaya.

4. Live in harmony one another (1 Ptr. 3:8)
3. Be Hospitality one another (1 Ptr. 4:9)

Perlu diperhatikan bahwa ada banyak orang yang mungkin mau menerima orang lain, tetapi dengan persungutan di dalam hatinya. Tidak dilakukan dengan sukarela.

2. Be Humble one another (1 Ptr. 5:5)
Sadarilah kedua hal ini:
a. Bukankah kita bisa selamat hanya oleh darah Yesus?
b. Bukankah semua yang kita miliki berasal dari Tuhan?

Kalau demikian kenyataannya, apa yang bisa kita banggakan dari hidup ini sehingga kita memandang rendah orang lain?

1. Love one another (1 Yoh. 4:7)

Inilah tanda bahwa kita benar-benar adalah murid Tuhan.

Jika keempat belas “One Another” ini ada dalam gereja, yakinlah bahwa gereja pasti mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Tuhan Memberkati.

sumber : http://www.gpdi.us