Selain melihat dari sudut Gembala Senior, ada baiknya sekarang kita melihat dari sudut salah satu pemimpin kelompok-sel dari gereja VCF Champaign ini yaitu Jonathan Reid (sekarang dia sudah menjadi supervisor).

Jon Reid sudah menjadi orang Kristen selama hampir 20 tahun. Sesuai dengan pengakuan teman-temannya, dia menganggap dirinya sudah cukup matang dalam iman. Dia sudah berkotbah ke sana-sini dan banyak orang mengatakan bahwa kehidupan kekristenannya banyak diubahkan oleh pelayanannya.

Penginjilan memang selalu menjadi hal yang penting dalam hidupnya, namun dia menemukan bahwa karunia dia yaitu dalam bidang pemuridan. Oleh sebab itu dia berpikir lebih baik penginjilan dikerjakan oleh mereka yang memang punya karunia khusus dalam penginjilan. Dengan pemikiran inilah dia menghibur dirinya dan mempunyai alasan yang tepat kenapa selama ini tidak banyak orang yang dia bawa kepada Kristus.

Bahkan selama 3 tahun ketika sebagai “misionaris” yang di tempatkan di Jepang, dia dan istrinya hanya pernah berbicara dengan 1 keluarga dari tetangganya. Mereka tidak pernah mengunjungi rumah tetangganya, demikian pula sebaliknya. Hal yang sama juga terjadi saat mereka kembali ke Amerika. Mereka tidak pernah melakukan usaha untuk mengunjungi tetangga.

Tahun 1992 Gembala Seniornya (Happy Leman) mulai mengajarkan tentang gereja-sel dan juga tentang oikos. Dengan cepat Jon Reid membuat daftar oikos yang ada dalam otak dia, dan dengan malu mengakui bahwa tidak ada satupun orang yang bukan Kristen dalam oikos dia. “Bagaimana mungkin saya bisa menjadi ‘garam dan terang dunia’ jika saya tidak mengenal satupun dari orang yang bukan Kristen,” demikian pikir dia.

Dia dan istrinya dengan sengaja mulai untuk mengenal para tetangganya. Saat ada keluarga baru yang pindah dekat rumahnya, mereka mengunjungi keluarga tersebut. Saat ada tetangga mereka lewat depan rumahnya atau berada di halaman depan rumahnya, mereka berhenti melakukan apapun yang sedang mereka perbuat dan pergi ke luar untuk menemui orang tadi. Mereka mulai mencari cara bagaimana melayani orang-orang dengan kasih Kristus yang tanpa syarat. Dengan cara ini mereka mulai mengetahui hal-hal apa dari tetangga mereka yang perlu ditolong.

“Saat kami menjangkau orang-orang, kami menemukan bahwa Tuhan memberikan kasih kepada kami untuk orang-orang tersebut,” demikian kata Jon Reid. “Pada suatu hari sesuatu yang tak terduga terjadi pada saya, saat saya mendengar musik. Saya merasa dorongan yang kuat untuk memuji Tuhan dan mulai menari dengan sukacita. Tiba-tiba saya merasa sakit di dalam diri saya dan mulai menangis tak terkendali. Saya berteriak kepada Tuhan, ‘Tuhan, apa ini yang terjadi?’ dan Tuhan menjawab, ‘Inilah yang saya rasakan. Inilah hati saya terhadap orang-orang yang terhilang.'” Jon Reid tidaklah sepenuhnya mengerti apa yang terjadi saat itu, tapi dia mengatakan bahwa peristiwa itu mengingatkan dia terus betapa dalamnya kasih Allah untuk orang-orang terhilang.

Gaya hidup dari Jon Reid dan istrinya berubah. Kepada asistennya dia mengatakan, “Salah satu hal terpenting yaitu bahwa ‘gereja’ dan ‘kelompok-sel’ bukan lagi mengutamakan pertemuan mingguan yang terorganisir dengan baik. Fokus utama yaitu membangun hubungan, bukan hanya melakukan aktivitas.” Mereka mengambil waktu khusus dengan paling sedikit satu teman yang bukan Kristen setiap minggu dan juga dengan teman dalam kelompok-sel. Ini bisa berupa: makan bersama, mengunjungi rumah mereka, atau melakukan hal-hal ringan seperti bowling. Hal ini bisa dilakukan karena Gereja VCF Champaign telah menghilangkan semua acara dan kegiatan mingguan kecuali pertemuan kelompok-sel dan kebaktian Minggu.

Kehidupan doa merekapun juga berubah. “Sekarang, kasih Allah dalam diri kami terhadap orang-orang terhilang maupun terhadap anggota kelompok-sel, memaksa kami untuk berdoa bagi mereka. …. Semakin lama semakin kami sadar bahwa tidak ada yang bisa kami lakukan dengan kekuatan kami sendiri untuk mengubahkan kehidupan orang-orang. Hanya Roh Kudus saja yang bisa, dan kami ingin bekerja sama dengan Dia,” demikian pengakuan Jon Reid.

GBU All…..