Velocity Holding Inc., sebuah perusahaan energi bermarkas di Amerika Serikat rencananya akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi di kawasan lumpur Lapindo Sidoarjo, Jawa Timur. Dana yang dipersiapkan sebesar US$5,2 miliar.

Menurut Velocity Holding, yang diwakili Taswin Tarib sebagai salah satu CEO-nya, mengatakan listrik yang dihasilkan bisa mencapai 2.000 megawatt dengan masa pembangunan selama tiga sampai empat tahun.

Menurutnya, listrik yang akan dihasilkan dari proyek itu nantinya akan disalurkan ke jaringan transmisi nasional dengan PLN sebagai pembelinya. Pembelian listrik tersebut nantinya untuk mencukupi kebutuhan pasokan dalam negeri, sekaligus mengurangi beban PLN terhadap kenaikan harga minyak dan batu bara.

Ini prinsipnya bagaimana mengubah bencana menjadi manfaat. Panas bumi yang merupakan bencana di Sidoarjo akan dimanfaatkan untuk membangun Geo Thermal Power Plant berkekuatan 2.000 megawatt, papar Taswin, kepada para wartawan, didampingi koordinator staf khusus Wapres Alwi Hamu hari ini.

Menurut dia, pembangkit listrik dengan teknologi sistem vertical channel yang akan dibangun tersebut, mampu menghasilkan listrik dengan harga pada kisaran dua sampai tiga euro cent/KWH. Akibatnya, harga listrik dari PLN juga ikut menjadi lebih murah.

Menurut Taswin, Velocity yang juga menggandeng perusahaan XIREX PHS, Preston US dan Turbo Jacks akan memanaatkan dana sendiri dan sebagian kecil pinjaman dari perbankan asing. Tentunya resiko kerugian akan ditanggung oleh Velocity, tanpa melibatkan PLN atau pemerintah.

Lebih lanjut Taswin menambahkan, untuk mendukung rencana pembangunan proyek tersebut Xirex dan Turbo Jacks selaku pemilik teknologi akan datang ke Jakarta untuk menandatangani nota kesepahaman dengan Velocity pada 15 Agustus. Sedangkan dari perusahaan lokal yang akan menjadi pemilik proyek adalah PT Jatayu Sarana Investasi.

By : http://www.energiportal.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=7&artid=85