Hidup adalah sebuah perlombaan iman. Lebih spesifik bahkan seperti sebuah perlombaan lari estafet. Yah, sebuah perlombaan estafet yang telah dimulai sejak dunia dijadikan. Pelari pertama adalah Abraham. Beliau menyelesaikan tugasnya sebagai pelari pertama dengan sangat baik. Sampai sekarang dunia mengenalnya sebagai “bapa orang percaya”. Dan tongkat estafet sudah diserahkan pada orang kedua, katakanlah Daud. Daud berlari sedemikian rupa, meski beliau sempat terjatuh namun berhasil bangkit kembali sehingga tongkat estafet dapat diserahkan pada pahlawan iman selanjutnya. Sebut saja pelari ketiga itu Paulus. Paulus berlari lebih kencang lagi, beliau berlari demikian rupa hingga tugasnya diselesaikan dengan baik.

Sekarang, tongkat estafet itu sudah sampai di tangan pelari ke empat yaitu kita semua yang hidup di zaman akhir. Maka sekarang ini kita sedang menjalani dan melakukan perlombaan iman. Tidak ada alasan untuk menyerah dalam perlombaan ini, karena Ibrani 12:1 mencatat bahwa seluruh pelari sebelum kita sedang menjadi saksi atas perjuangan kita.

Rekan-rekan, mari berlomba bersama dengan tekun. Berlari sedemikian rupa dengan tujuan mahkota kehidupan yang kekal. Kunci dan harapan kemenangan iman Kristus ada pada kita semua. Jangan lelah, tekunlah berlomba. Tuhan memberkati.

AUTHOR : VICTOR